Thursday, November 27, 2008

Hepatitis Virus (1)

Beberapa pertanyaan berkaitan dengan Hepatitis Virus

Kenneth E. Sherman,MD,PhD

1. Apa saja tipe hepatitis virus ?

Sampai saat ini ada 5 bentuk hepatitis virus yang diidentifikasi : A dan banyak flavivirus yang ditularkan oleh artropoda (mis. virus dengue, dan yellow fever virus). Virus-virus lain mungkin juga hepatotropik, tetapi patogenik potensial masih tidak jelas. Misalnya virus TT dan GB virus C. Agen berikutnya telah dikaitkan dengan peningkatan kelangsungan hidup pasien yang terinfeksi virus imunodefisiensi (HIV).

Tabel 16.1 Karakteristik dasar dari virus hepatitis

Tipe

Asam Nukleat

Bentuk Gen

Envelope

Ukuran (nm)

A

RNA

linear

Tidak ada

28

B

DNA

Lingkaran

Ada

42

C

RNA

Linear

Ada

(?) 40-50

D

RNA

Lingkaran

Ada

43

E

RNA

Linear

Tidak ada

32

2. Apa perbedaan antara hepatitis akut dan kronik?

Semua hepatitis virus dapat menyebabkan infeksi akut, yang didefenisikan pada adanya gejala klinik, biokimia, dan gangguan serologis lebih dari 6 bulan. Hepatitis A dan E dengan jelas dalam tubuh selama 6 bulan dan tidak menyebabkan infeksi persisten dalam jangka waktu lama. Sebaliknya, hepatitis B,C, dan D dapat menjadi infeksi kronik yang sering diasosiasikan dengan perkembangan sirosis. Peningkatan resiko karsinoma hepatoseluler primer terjadi pada pasien yang mengalami infeksi kronik hepatitis B,C, dan D.

3. Seberapa sering hepatitis B menjadi kronik ?

Resiko hepatitis B menjadi kronik sangat tergantung pada umur pasien pada saat terinfeksi dan kekebalan tubuh. Neonatus yang terinfeksi dengan hepatitis B memiliki angka kronisitas mendekati 100%. Angkat tersebut menurun menjadi sekitar 70% pada anak kecil. Remaja yang sehat mungkin memiliki angka kronisitas kurang dari 1%, tetapi pasien yang menggunakan steroid atau mengalami penyakit kronik (cth penyakit ginjal) jarang diketahui infeksi virusnya dengan jelas.

4. Kapan hepatitis kronik D berkembang ?

Kronisitas Hepatitis D terjadi hanya jika adanya infeksi simultan dengan hepatitis B. Pada pasien dengan hepatitis B kronik yang mengalami superinfeksi hepatitis D , resiko kronisitasnya mendekati 100%.

5. Seberapa sering hepatitis kronik C ?

Hepatitis C kronik mungkin terjadi pada lebih dari 85% pasien.hal ini sering dikaitkan dengan perkembangan hepatitis yang diidentifikasisecara histologi. Sejumlah kecil pasien mungkin menjadi kronik, keadaan karier nonfibrotik. Biopsi hepar penting untuk menentukan adanya potensi fibrogenik.

6. Bagaimana virus hepatitis ditransmisikan ?

Hepatitis A dan E ditransmisikan melalui jalur fekooral. Kedua agen memiliki prevalensi di daerah yang standar sanitasinya rendah, epidemi luas dari kedua penyakit tersebut sering terjadi setelah banjir atau bencana alam lain yang mengganggu sistem sanitasi marginal yang sudah ada. Hepatitis A endemik di Amerika Serikat dan di banyak negara, sementara hepatitis E tidak endemik di Amerika Serikat. Hepatitis E besar-besaran dapat ditemukan di Amerika Selatan dan Tengah, Bangladesh, dan India. Jalur transmisi fekooral tidak hanya menyangkut kontaminasi langsung dari air minum dan makanan, tetapi juga konsentrasi virus dan yang diperoleh usus dengan mengkonsumsi kulit kerang yang bersumber dari air yang terkontaminasi limbah.

Virus Hepatitis B,C,dan D ditransmisikan melalui konkak kulit dengan menginfeksi darah atau cairan tubuh yang lain. Faktor resiko meliputi aktivitas seksual yang tidak aman, penggunaan obat-obatan intravena, tertusuk jarum tanpa sengaja, transfusi darah, hemodialisis, dan transmisi dari ibu ke anak pada waktu melahirkan.

7. Jelaskan gejala-gejala hepatitis !

Gejala klasik dari hepatitis akut meliputi anoreksia, mual, muntah, lemah, nyeri perut, demam ringan,jaundice, urine pekat, dan tinja keputihan. Beberapa pasien memiliki adanya gambaran serum mirip penyakit seperti arthralgia, arthritis, dan lesi kulit, gambaran ini lebih sering pada hepatitis B dibandingkan bentuk lain dari hepatitis virus akut lain dan dapat ditemukan pada lebih dari 20% jumlah pasien yang terinfeksi. Hal ini dikaitkan dengan bentuk kompleks imun antara antigen dan antibodi. Banyak pasien dengan hepatitis virus akut tidak memiliki gejala penyakit yang spesifik. Semua bentuk hepatitis virus dapat bersifat ringan sampai sedang. Pada penelitian nasional baru-baru ini pada penduduk amerika, kira-kira 30% partisipan memiliki kejadian serologis riwayat infeksi hepatitis A, tetapi hanya sedikit yang didiagnosis hepatitis A atau melaporkan penyakit dengan gambaran klasik hepatitis.

Pasien dengan hepatitis B atau C kronik melaporkan lemah sebagai gejala utama. Manifestasi umum yang sering berupa arthralgia , anoreksia, dan tidak jelas, nyeri persisten perut kanan atas. Jaundice , memar ringan, atau pemanjangan waktu perdarahan setelah cukuran atau luka kecil pada kulit biasanya menandakan perkembangan penyakit hepar stadium akhir dan kadang menandakan adanya luka atau disfungsi hepar yang irreversibel.

8. Kelainan abnormalitas apa yang dikaitkan dengan hepatitis virus ?

Peningkatan serum transaminase (alanine aminotransfeerase (ALT) , aspartat aminotransferase (AST) merupakan sebagian tanda dari kerusakan akut hepar dan mengindentifikasi adanya berbagai proses yang disebabkan oleh hepatitis virus. ALT lebih spesifik dibandingkan AST karena AST juga mungkin meningkat dikaitkan dengan kerusakan otot. Pada pasien dengan hepatitis akut A, B, C, D, atau E, peningkatan transaminase hingga 1000-2000 IU/L merupakan hal yang sering, biasanya diikuti dengan peningkatan alkalifosfatase dan gamma glutamil transferase (GGT). Sebagai proses perjalanan penyakit, transaminase menurun. Levelnya akan menurun perlahan dalam beberapa minggu, bilirubin kadang meningkat dan memuncak pada minggu setelah puncak transaminase. Level bilirubin biasanya surut setelah 6 bulan infeksi. Hepatitis C tidak dikaitkan sering dengan suatu hepatitis akut , dan transaminase jarang melebihi 1000 IU/L. Pasien dengan virus Hepatitis C memiliki serum AST yang persisten normal. Hal ini lebih sering pada wanita dibandingkan pria. Kebanyakan dari pasien ini memiliki penyakit hepar aktif pada biopsi hepar.

Next

Apa yang ditemukan pada pemeriksaan biokimia pada infeksi kronik ........

No comments: